statistik

promo

Labels

Tampilkan postingan dengan label economy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label economy. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2011

Seberapa Penting Uang Rp. 10000, Bagi Mereka Itu Sangat Berarti


untuk apa ayo uang 10.000.??
-Rokok sebungkus.?
-warnet 4 jam.?
-Nyemil Eskrim.?
-Mejeng di Mc*?
-Beli CD 23++?


Banyak Bagi Org 10.000 hanya uang kecil.
tapi tahukah agan..
banyak org indonesia mencari nilai 10.000 ini dengan susah payah..?
padahal banyak org menganggap 10.000 adalah nyawa kluarga mereka dalam sehari kok tega bner yg bikin iklan kya gtu yah...
makanya ane Paling Benci klo ada iklan bilang cuma 10.000
mungkin Pict bErikut dpt memberi agan pencerahan





Penambang Belerang..mereka hanya mendapat uang Rp.300/Kg dari belerang yang mereka angkut..jarak yang ditempuh mengangkat beban kiloan meter...
untuk mendapat upah 10.000 mereka kira-kira harus mengangkat belerang 33kg belerang.


BURUH PEMECAH BATU. Seorang buruh melakukan proses pemecahan batu kali, di Karang Tengah, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Selasa (19/1). Buruh pemecah batu kali yang digunakan tersebut mendapat upah Rp 1.250 perkeranjang batu, dalam satu hari bisa mendapatkan upah Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu


Dalam sehari bisa mengumpulkan sebanyak satu truk pasir berukuran sedang dan dihargai 50 ribu rupiah. Hasil penjualan ini, kemudian dibagi berempat setelah dikurangi jatah untuk juragan pasir. Setidaknya masing-masing penambang bisa mengantongi upah 10 ribu rupiah. Namun saat musim kemarau, seakan menjadi ujian berat bagi para penambang. Untuk memenuhi pesanan pasir sebanyak satu truk berukuran sedang saja, mereka dapat memenuhinya dalam waktu semingggu. Disaat-saat seperti inilah, mereka harus pandai menyiasati hidup, mengatur pengeluaran sebijak mungkin


mengumpulkan 20 -50 kg pucuk teh. "Itu sudah bagus sekali. Setiap kilonya dihargai oleh pihak perkebunan Rp 325,"

ini hanya contoh kecil saja dari jutaan penduduk indonesia yang berpenghasilan dibawah rata

Bayangkan Apa yang mereka makan.?
blum lagi mereka memikirkan biaya sekolah anak mereka
pakaian..uang jajanya..

masih kah agan berfoya-foya dengan harta yang agan miliki.?
masihkah harus ada kesenjangan sosial diantara kita..
masihkah kita berfikir 2 kali untuk membantu saudara kita
masihkan Pemerintah mengacuhkan kesejahteraan mereka.?
tegakah kita melihat mereka menderita.?
Source: 
Read More

Selasa, 09 Agustus 2011

Kemiskinan itu tidak ada, yang ada adalah ketiadaan kesejahteraan

ALKISAH, seorang profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?"

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya profesor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.


Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis profesor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.


Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si profesor.
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si profesor diiringi tawa mahasiswa lainnya.


Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang profesor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah pak. Kejahatan itu tidak ada, yang ada hanyalah ketiadaan tuhan di hati manusia. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam, dan kembali bertanya kepada mahasiswa tersebut. "Menurut kamu, apakah kemiskinan itu ada?"
Mahasiswa itu menjawab, "Ya jelas ada dong pak! Kemiskinan adalah salah satu problem peradaban manusia, apalagi di negara-negara dunia ketiga."

Profesor itu menjawab: "Kamu salah kalau begitu. Kemiskinan itu tidak ada. Yang sesungguhnya kita lihat bukanlah kemiskinan, tapi KETIADAAN KESEJAHTERAAN. Kata "miskin" kita pakai untuk mendeskripsikan ketiadaan kesejahteraan".

Mahasiswa merah padam, bingung, merasa di-kick balik profesornya.
Profesor bertanya kembali, "apakah kebodohan itu ada?"
Mahasiswa sotoy tersebut makin merah padam, bingung, merasa diskakmat profesornya. Mahasiswa tersebut tidak berani menjawabnya, karena sudah tahu apa yang dimaksud profesornya.

Tanpa menunggu jawaban sang mahasiswa, profesor tersebut langsung menerangkan. "Kebodohan itu tidak ada. Yang ada hanyalah kurangnya wawasan, lemahnya kemampuan menganalisa, dan lemahnya daya tangkap. Kata BODOH kita gunakan untuk mendeskripsikan kondisi tersebut".

Profesor itu kemudian melanjutkan,
"Nah, kembali ke premis awal bahwa tuhan menciptakan segala yang ada. Seperti yang kita tahu, apapun kalian menyebutnya, apapun istilah yang digunakan, kita semua tahu bahwa: ketiadaan panas, ketiadaan cahaya, ketiadaan "kasih tuhan di hati manusia", ketiadaan kesejahteraan, dan lemahnya daya pikir otak kita adalah sesuatu kondisi yang sungguh ada, betul begitu?"
Mahasiswa sotoy tersebut diam.

Profesor melanjutkan. "Nah, karena semua itu adalah suatu kondisi yang sungguh ada, dan karena tuhan pada premis awal tadi kita sepakati telah menciptakan segala yang ada, maka bisa kita simpulkan bahwa.."

Seorang mahasiswa yang duduk dipojok, yang selama ini dikenal sebagai pemikir bebas langsung semangat menjawab: "Tuhanlah yang menciptakan semua kondisi itu!"
"Betul sekali", tukan profesor tersebut.

Konon, nama mahasiswa yang bertanya sotoy itu adalah Albert Einstein. Dan kalau mau main "konon", saya juga bisa mengklaim, profesornya adalah saya. Sedangkan mahasiswa yang duduk dipojokan, adalah karangan saya sendiri.

Catatan: Cerita Einstein di atas adalah hoax yang menyebar via milis. Tidak pernah ada sejarahnya Einstein pernah berdebat dengan profesornya macam itu. Cerita di atas adalah propaganda theisme yang mencatut nama Einstein. Namun heran, banyak masyarakat kita mudah percaya. Inilah yang saya sebut kebodohan, eh.. kurangnya wawasan, lemahnya daya analisa, dan lemahnya daya tangkap.
Source: 
Read More

Rabu, 13 Juli 2011

Akibat Parahnya Korupsi, Janda 6 Anak Tinggali Gubuk Bilik Bambu Sempit

Darmawati dan keenam anaknya tinggal di sebuah gubuk berukuran 2 x 3 meter yang berdinding bambu dan beratap rumbia. Gubuk yang sekilas mirip kandang ayam itu pemberian tetangga yang bersimpati kepada mereka. Bisa dibayangkan repotnya hidup berdesakan di gubuk sempit seperti ini. Gubuk sempit itu menampung semua kegiatan mereka. Dari memasak sampai tidur dengan alas selembar tikar robek.


Potret rakyat miskin negeri ini begitu mengenaskan, padahal negeri kita kaya raya

Irma, anak kedua Darmawati, mengaku tidur dengan ibu dan adik-adiknya di satu tempat. "Tidurnya tidak enak, biasa jatuh dari lantai kalau tidur," ujar Irma. Dulu Darmawati memiliki rumah warisan orangtuanya. Namun, rumah itu akhirnya dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehidupannya morat-marit sejak dia bercerai dengan suaminya yang menikah dengan perempuan lain tiga tahun silam.

Sejak itulah tanggung jawab Darma makin bertambah. Tak hanya berperan mengurus dan menyusui anak-anaknya, tetapi juga harus membanting tulang mencari nafkah. Di tengah berbagai kasus korupsi oleh para pejabat yang mendera Indonesia, jutaan warga Indonesia masih hidup dalam kemiskinan. Hal itu seperti juga dialami Darmawati, janda dengan enam anak di Dusun Mangaramba, Kelurahan Takatidung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

"Saya cuma bisa jadi buruh tani rumput laut. Upahnya tidak seberapa dan biasanya tidak cukup untuk beli beras. Anak saya semuanya tidak sekolah karena kami tak punya biaya," tutur Darmawati. Selama sehari bekerja mengikat bibit rumput laut, Darmawati mendapat upah Rp 10.000.


Begitu berat beban yang harus ditanggung Darwati menghidupi enam anaknya

Tak sedikit tetangga yang berempati dengan keluarga ini. Mereka kerap memberi beras atau bantuan apa saja. Jangankan menyekolahkan dan membeli seragam untuk anak-anaknya, membeli beras pun Darmawati harus berutang kepada tetangga. Bantuan beras untuk masyarakat miskin (raskin) sebesar 5 kg tidak cukup untuk sebulan. Menjelang pemilu atau pemilukada, bantuan beras sering datang. Namun setelah peristiwa politik usai, bantuan beras pun berhenti mengalir. Negeri ini sesungguhnya negeri yang kaya raya, apa yang kita tidak punya? gunung emas kita punya, ladang minyak dan gas kita punya, hamparan permadani hijau padi mudah dijumpai di negeri ini, hamparan lautan yang penuh ikan serta kekayaan laut yang tak terhingga kita punya, bahkan anugerah kesuburan tanah dan segala kekayaan mineral mudah dijumpai dimana-mana, lalu mengapa masih sangat banyak rakyat negeri ini miskin? kemana semua kekayaan itu?
Source:
Read More

Selasa, 12 Juli 2011

Inilah 20 Kasus Korupsi yang Macet di Mabes Polri

ilustrasi

KerinciGoogle.com, JAKARTA - Indonesia Police Watch merilis fakta mengejutkan mengenai data kasus penanganan korupsi di Mabes Polri lama tidak digubris, alias macet. Sedikitnya, ada 20 kasus tindak pidana korupsi yang belum ada perkembangannya. Salah satunya, ada kasus yang usianya sudah delapan tahun.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Tribunnews.com, mengatakan, seharusnya, semua kasus ini bisa selesai, dan ada perkembangan. "Nilainya sampai ratusan miliar. Makanya, kalau kita lihat keseriusan untuk mengungkap ini, Polri minim dan tidak serius," ujar Neta, Minggu (10/7/2011).

Berikut 20 kasus tindak pidana korupsi yang belum selesai ditangani Mabes Polri, menurut data IPW:

1. Kasus PT Jamsostek (2002). Kerugian mencapai Rp 45 miliar. Mantan Dirut PT Jamsostek Akmal Husein dan mantan Dirut Keuangan Horas Simatupang telah ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

2. Proyek fiktif dan manipulasi data di PT Darma Niaga (2003). Kerugian mencapai Rp 70 miliar. Polisi telah tetapkan sebagai tersangka Winarto (Direktur Utama), Wahyu Sarjono (Direktur Keuangan), dan Sudadi Martodirekso (Direktur Agrobisnis). Proses hukum

selanjutnya tidak jelas.

3. Penyalahgunaan rekening 502 (2003). Kerugian mencapai Rp 20,98 miliar. Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom, pernah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. Telah ditetapkan sebagai tersangka mantan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin, mantan Ketua BPPN Putu Gede Ary Suta, mantan Ketua BPPN Cacuk Sudaryanto dan Kepala Divisi Bill of Lading (B/L) Totok Budiarso. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

4. Karaha Bodas Company (2004). Kerugian mencapai Rp 50 miliar. Jumlah tersangka 20 orang dari pejabat Panas Bumi Pertamina dan pihakswasta. Beberapa dintaranya Robert D. Mac Chunchen, Suprianto Kepala (Divisi Geotermal Pertamina), Syafei Sulaeman (staf Divisi Geotermal Pertamina). Hanya dua yang telah dilimpahkan ke pengadilan. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

5. Kepemilikan rumah mantan Jaksa Agung, MA Rachman (2004). Rumah senilai 800 juta belum dilaporkan ke KPKPN. Beberapa orang dipanggil sebagai saksi. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

6. Pengadaaan genset di NAD (2004). Kerugian mencapai Rp 40 miliar. Mabes telah tetapkan Wiliam Taylor dan Abdullah Puteh sebagai tersangka. Hanya Wiliam yang dilimpahkan ke pengadilan. Sedangkan Abdullah Puteh, proses hukum selanjutnya tidak jelas. Puteh hanya dijerat dalam kasus korupsi pengadaan heli dan divonis 10 tahun penjara oleh pengadilan tipikor.

7. Penyewaan crane atau alat bongkar muat kontainer di PT Jakarta International Container Terminal (JICT) tahun 2005. Kerugian mencapai Rp 83,7 miliar. Direktur PT Jakarta International Container Terminal Wibowo S Wirjawan telah ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

8. Proyek peningkatan akademik di Departemen Pendidikan Nasional (2005). Kerugian mencapai Rp 6 miliar. Ditetapkan tiga tersangka utama adalah Dedi Abdul Halim, Pimpinan Bagian Proyek Peningkatan Tenaga Akademis di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, dan dua

stafnya, yakni Elan Suherlan dan Helmin Untung Rintinton. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

9. Proyek pengadaan jaringan radio komunikasi (jarkom) dan alat komunikasi (alkom) Mabes Polri (2005). Kerugian ditaksir mencapai Rp 240 miliar. Mabes telah memeriksa mantan Kepala Divisi Telematika Mabes Polri Irjen Pol Saleh Saaf. Mabes juga telah ditetapkan Henri

Siahaan sebagai tersangka dan sempat ditahan. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

10. Penyaluran dana fiktif di Perusahaan Umum Percetakkan Uang Republik Indonesia (Peruri) tahun 2005. Kerugian ditaksir mencapai Rp 2,3 miliar. Tiga orang Direksi Peruri telah ditetapkan sebagai tersangka (M. Koesnan Martono yang menjabat sebagai Direktur Utama, Direktur Logistik Marlan Arif, dan Direktur Pemasaran Suparman). Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

11. Dana vaksinasi dan asuransi perjalanan jamaah haji periode 2002-2005 (2005). Kerugian ditaksir mencapai Rp 12 miliar. Penyidik telah memeriksa 15 orang saksi. Namun proses hukum selanjutnya tidak jelas.

12. Proyek renovasi Hotel Patra Jasa di Bali (2006). Kerugian ditaksir mencapai Rp 69 miliar. Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi Patra Jasa. Selain menetapkan mantan Direktur Utama Sri Meitono Purbowo atau Tony Purbowo, enam direksi lainnya ditetapkan sebagai tersangka. Namun proses hukum selanjutnya tidak jelas.

13. Wesel Ekspor Berjangka (WEB) Unibank yahun 2006. Kerugian ditaksir mencapai 230 juta dollar AS. Diduga melibatkan Komisaris PT Raja Garuda Mas, ST. Proses ini dilakukan oleh tim gabungan Mabes Polri dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Proses hokum selanjutnya tidak jelas.

14. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat senilai Rp 590 miliar pada tahun 2006. Mantan Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono telah ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum selanjutnya tidak jelas. Eddi Widiono juga

dijerat dalam kasus korupsi proyek PLTU Borang, namun kasusnya dihentikan oleh Kejaksaan.

15. BPR Tripanca Setiadana Lampung pada tahun 2008. Mabes telah tetapkan sebagai tersangka pemilik BPR. Sugiarto Wiharjo alias Alay, Laila Fang (sekretaris pribadi Alay), Yanto Yunus (Kabag Perkreditan BPR Tripanca), Pudijono (Direktur Utama BPR), Indra Prasetya dan Fredi

Chandra (staf analisis kredit BPR), Nini Maria (Kasi Administrasi BPR), dan Tri hartono (Bagian Legal BPR). Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

16. Dana Tak Tersangka (DTT) di Provinsi Maluku Utara (2008) senilai Rp 6,9 miliar. Diduga melibatkan sejumlah pejabat dan mantan gubernur di lingkup pemerintah provinsi Maluku Utara (Malut). Sebelumnya ditangani Polda Malut dan telah menetapkan dua tersangka yakni

bendahara di Pemprov Malut bernisial RZ dan Karo Keuangan Pemprov Malut berinisial JN. Proses hukum selanjutnya tidak jelas.

17. Pengadaan jasa konsultan di BPIH Migas (2009). Dugaan korupsi pengadaan jasa konsultan di BPIH Migas dengan anggaran sebesar Rp 126 miliar untuk tahun anggaran 2008 dan Rp 82 milyar untuk tahun anggaran 2009, yang diduga dilakukan oleh pejabat dilingkungan BPH Migas.

18. Pengelolaan dana PNBP sebesar Rp 2,4 triliun. Dugaan korupsi di BPH Dirjen Postel Kementerian Kominfo atas pengelolaan dana PNBP sebesar Rp 2,4 triliun yang didepositokan pada bank BRI dan Bank Bukopin yang seharusnya digunakan untuk proyek infrastruktur (Uso)

namun justru didepositokan sedangkan proyek diserahkan kepada pihak ketiga (Telkomsel) dengan membayar sewa layanan multimedia.

19. Makelar sejumlah proyek di PT Telkom dan anak perusahaan Telkom (PT telkomsel) (2009). Dugaan korupsi makelar sejumlah proyek di PT Telkom dan anak perusahaan Telkom yaitu PT Telkomsel (sedikitnya 30 proyek) yang bernilai triliunan rupiah sejak tahun 2006-2009 yang mana pekerjaan tersebut banyak tidak diselesaikan tetapi tetap dibayar lunas oleh direksi PT Telkom maupun Telkomsel karena sarat dengan KKN.

20. Pembelian saham perusahaan PT Elnusa di PT infomedia tahun 2009 senilai Rp 300 miliar. Dugaan korupsi atas pembelian saham perusahaan PT Elnusa di PT Infomedia yang dimark-up dan diduga dilakukan oleh pejabat di lingkungan PT Telkom sebesar Rp 590 miliar.
Source: 
Read More

Senin, 04 Juli 2011

Online radio firm Pandora floats for $2.6bn in New York

Pandora executives ringing the New York opening bell Pandora lost $1.8m in its most recent full year
The US internet radio service Pandora Media rose sharply on its debut on the New York Stock Exchange, before falling back.
The firm, which has yet to make a profit, had an offering price of $16 (£9.76) a share.
It rose as high as $26 a share on Wednesday before settling down to around $18.75.
The share price values the company at about $3bn, which is well above the current value of AOL, for example.
Pandora is the latest in a series of high-profile internet share sales, with LinkedIn already having floated and Groupon planning a listing.
LinkedIn has a market capitalisation of about $7bn.
Facebook is also expected to launch on the stock market in the next year.
Pandora started out as a music recommendation service called Savage Beast Technologies in 2000.
It changed its name in 2005 when it launched an internet radio service, which allows users to create custom radio stations by specifying which artists and genres they want to hear.
It has 94 million registered users and makes most of its money through advertising.
Read More

Greek debt fears put French bank ratings on review

Picture of BNP Paribas branch BNP Paribas is one of the banks that may be affected
Ratings agency Moody's has warned it may downgrade the credit rating of three French banks because of their exposure to Greek debt.
Credit Agricole, BNP Paribas and Societe Generale all face a possible downgrade because they could face losses on a Greek default.
Credit ratings are a measure of how likely a company or country is to repay its debts.
Moody's has already downgraded the credit ratings of eight Greek banks.
European leaders have yet to agree on the terms of a second bail-out for Greece.
On Wednesday, the country is expected to see another wave of general strikes against austerity measures.
In a statement, Moody's said: "Today's actions reflect Moody's concerns about these banks' exposures to the Greek economy."
Societe Generale and Credit Agricole both hold majority stakes in Greek banks.
BNP Paribas does not have a stake in a Greek bank, but Moody's estimates that it held about 5bn euros (£4.4bn, $7.2bn) of Greek government debt as of December 2010.
Read More

Samsonite shares fall 10% on Hong Kong trading debut

Samsonite luggage 
Samsonite, founded in Denver, Colorado, in 1910, is the latest upmarket company to list in Hong Kong
Samsonite shares have tumbled on their debut at the Hong Hong stock exchange on investor concern about the strength of the global economic recovery.
Its shares fell by as much as 10% in early morning trade to HK$12.96 from an offer price of HK$14.50
The upmarket luggage firm had raised $1.25bn (£771m) via an initial public offering (IPO).
Samsonite is the latest big brand to list in Hong Kong in order to tap into the lucrative Chinese market.
The Italian fashion house Prada is due to price its IPO on Friday and make its trading debut on June 24.
Tough times However, recent IPOs have struggled.
Samsonite's fall comes even thought it priced its flotation at the lower end of a proposed range.
Earlier this month Australian mining company Resourcehouse dropped its Hong Kong IPO plans because of a poor response from investors.
Meanwhile, companies including MGM China and commodities trader Glencore have also had muted debuts on the stock exchange.
Analysts said that investor's appetite has been blunted.
"Of course you have to attribute that to the weak sentiment in the market and in the meantime people won't be too interested in IPOs," said Alex Wong of Ample Finance Group.
Debt payment Despite the poor debut, the money raised by the flotation will allow Samsonite's owners - private equity group CVC and Royal Bank of Scotland - to pay off debt.
CVC bought Samsonite in 2007 for $1.7bn at the height of the credit boom.
But the company struggled when travel was hit by the financial crisis and Royal Bank of Scotland ended up taking a 30% stake as part of a debt restructuring.
The company is betting on growth in Asia, where leisure travel is becoming increasingly affordable.
Samsonite was founded by US trunk maker Jesse Shwayder in Denver, Colorado, in 1910.
One of his first cases was called Samson, after the biblical figure known for his strength, and was designed to withstand the hardships of travelling through America's West.
Read More